Morowali, Rotari.id- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus melakukan langkah-langkah penguatan distribusi energi menyusul tingginya perhatian masyarakat terhadap harga LPG 3 Kg yang dijual di tingkat pengecer di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.
Sales Branch Manager (SBM) Sulteng IV Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Yera Ichsana, menjelaskan bahwa Pertamina bersama Pemerintah Daerah dan agen LPG terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi melalui jalur distribusi resmi.
“Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan agen untuk menyiapkan sejumlah langkah penguatan pasokan, termasuk peningkatan penyaluran LPG 3 Kg di pangkalan, optimalisasi penyaluran fakultatif, serta penyediaan alternatif LPG non subsidi bagi masyarakat,” ujar Yera.
Menurutnya, Kecamatan Bahodopi memiliki karakteristik yang berbeda dibanding wilayah lainnya karena merupakan kawasan industri dengan mobilitas penduduk yang tinggi. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan energi rumah tangga, termasuk LPG.
Sebagai tindak lanjut, Pertamina bersama pemerintah daerah tengah menyiapkan pelaksanaan pasar murah LPG non subsidi serta program trade in LPG 3 Kg ke Bright Gas. Saat ini, empat agen LPG telah menyatakan kesiapan mendukung program tersebut dengan rencana penyediaan sekitar 800 tabung Bright Gas 5,5 Kg untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk LPG non subsidi.
Selain itu, Pertamina juga telah meminta agen LPG non subsidi untuk memperbanyak stok di wilayah Bahodopi guna memberikan pilihan energi yang lebih beragam bagi masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan kebutuhan LPG di kawasan dengan tingkat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang tinggi.
Yera menambahkan bahwa harga yang terbentuk di tingkat pengecer berada di luar rantai distribusi resmi Pertamina. Oleh karena itu, masyarakat diimbau melakukan pembelian LPG 3 Kg melalui pangkalan resmi agar memperoleh produk sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami terus mendorong masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi. Selain memperoleh harga sesuai ketetapan pemerintah, masyarakat juga dapat memastikan produk yang diterima berasal dari saluran distribusi yang sah,” tambahnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa Pertamina terus melakukan evaluasi dan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran distribusi LPG di Kabupaten Morowali.
“Pertamina berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Penguatan penyaluran LPG 3 Kg, penyediaan alternatif LPG non subsidi, serta sinergi bersama pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Lilik.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan serta menggunakan LPG secara bijak sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Langkah tersebut penting untuk mendukung distribusi energi yang lebih merata dan tepat sasaran.
Apabila masyarakat menemukan kendala layanan maupun indikasi pelanggaran dalam distribusi LPG, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.



Tinggalkan Balasan