Parigi Moutong, Rotari.id- Tiga Desa yakni Torue, Tolai, dan Boyantongo di Kabupaten Parigi Moutong terdampak gempa bumi M 6,7 yang terjadi di Kota Palu dan sekitarnya pada Selasa, 16 Juni 2026.
Dalam rilis yang disampaikan Diskominfo Parigi Moutong, Selasa, 16 Juni 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mencatat total 7 rumah mengalami kerusakan, yakni 5 di Desa Torue, 1 di Desa Tolai, dan 1 di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan.
Masyarakat Parigi Moutong pun diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah, jauhi bangunan retak karena berpotensi rubuh/membahayakan, jangan mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas kebenarannya, dan ikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, pemerintah daerah, BPBD.
Diimbau juga kepada masyarakat untuk melaporkan ke BPBD Kabupaten Parigi Moutong atau call center: 08114530414, jika terdapat kerusakan maupun korban jiwa.
Dikutip dari bmkg.go.id, berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, terdapat beberapa laporan kerusakan, di Kota Palu Jembatan III Palu mengalami retak, Hotel Santika, dinding bangunan bagian luar retak, Café di Jl. Tanjung Manimbaya, struktur atap runtuh, auditorium Universitas Tadulako, plafon jatuh, Hotel Best Western, plafon jatuh, dan Toko Star Kitchen, Kota Palu, pintu kaca pecah.
Kabupaten Sigi, Kantor Bupati Sigi plafon jatuh, Gunung Kamarora longsor, saluran air terputus.
Kabupaten Parigi Moutong, kondisi rumah warga di Desa Boyantongo roboh, dan lima rumah warga di Desa Tolai juga mengalami kondisi yang sama.
Sementara itu di Kabupaten Poso beberapa bangunan mengalami kerusakan, akses jalan di Napu mengalami kerusakan.
Hingga pukul 13.30. WIB, hasil monitoring BMKG telah terjadi 71 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan Magnitudo terbesar M5,2. (cp)
SUMBER: DISKOMINFO PARIMO.



Tinggalkan Balasan