Palu, Rotari.id- Bagi warga Kota Palu yang melintasi Jalan Dewi Sartika, kondisi berdebu hingga genangan air yang disebabkan proyek rehabilitasi drainase di kawasan itu seakan sudah menjadi hal yang biasa. Sejumlah warga telah beberapa kali melayangkan teguran kepada BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional) Sulteng yang menahkodai proyek Paket A1 tersebut namun tak pernah mendapatkan respon.
Salah satu warga pemilik usaha di Jalan Dewi Sartika, Anang mengaku kesal dengan proyek yang menurutnya telah lama dimulai, namun tak ada kejelasan kapan akan selesai.
“Saya tidak tahu apa yang menjadi kendala. Tapi ini sudah sangat merugikan kami, apalagi saya memiliki usaha di jalan ini. Depan kantor saya kondisinya berlubang dan digenangi air di dalamnya, saya sebagai pemilik usaha di sini dan karyawan, untuk masuk ke lokasi saya sendiri susah, karena jalan masuknya sudah sempit. Kemari ada pengendara jatuh di lubang galian got yang belum selesai di seberang kantor saya. Kondisi ini seharusnya sudah ,” keluh Anang kepada media ini, Jumat, 14 Maret 2025.
Anang pun mempertanyakan pelaksanaan proyek yang sudah terlalu lama dikerjakan ini. “Ini proyek lama sekali selesai, dari tahun lalu. Ada apa sebenarnya dengan kontraktor pelaksananya atau pun pihak BPJN sendiri, ini kan sangat mengganggu pengguna jalan Dewi Sartika, apalagi kami yang memang berusaha di sini,” tegasnya.
Dia pun berharap pihak kontraktor pelaksana maupun BPJN Sulteng memberikan perhatian khusus terhadap proyek ini, karena telah banyak dikeluhkan warga.
“Apapun pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah adalah berasal dari uang rakyat dan kembali juga untuk rakyat, yang tujuannya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi rakyat. Saya rasa ini harus dipahami ya, baik bagi pihak kontraktor maupun BPJN sendiri. Proyek ini bagus tujuannya, namun dalam pelaksanaan pembangunannya telah banyak merugikan masyarakat di sini. Jadi kembali lagi, saya harap ini bisa menjadi perhatian serius oleh kontrkator dan pihak BPJN Sulteng,” ungkapnya.
Dia juga mendesak Gubernur Sulteng yang baru saja dilantik memperhatikan kondisi proyek di Jalan Dewi Sartika tersebut. “Karena kawasan ini termasuk padat penduduk, saya mohon Gubernur Sulteng, Anwar Hafid yang baru saja dilantik menegur BPJN Sulteng dan kontraktor pelaksananya, karena sudah banyak merugikan warga di sini,” tegasnya.
“Pihak Pemerintah Kota Palu juga harus melayangkan teguran kepada kontraktor atau BPJN Sulteng terhadap proyek di Jalan Dewi Sartika ini yang sudah lama tidak selesai, ini kan wilayah Kota Palu, baru ini adalah kecamatan yang padat penduduknya. Saya cuma berharap proyek ini bisa cepat selesai,” sambungnya. (cp)



Tinggalkan Balasan