Palu, Rotari.id- Sebanyak 101 jemaah haji Sulteng, yang masuk dalam kuota tambahan, pada Rabu, 21 Juni 2023, telah diberangkatkan ke Embarkasi Balikpapan (BPN), setelah itu pada Kamis 22 Juni, akan diterbangkan ke Madinah.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulteng, H. Muchlis Aseng mengatakan, 101 orang itu terdiri dari jemaah dan petugas haji. Kemudian ada dua jemaah dari Donggala dan Tolitoli sempat tertunda berangkat karena sakit, namun sudah dinyatakan sehat dan siap berangkat maka keduanya itu ikut gabung dengan jemaah tambahan, sehingga yang berangkat itu ada 103 orang.

“Jemaah haji kami asal Sulteng yang masuk kuota tambahan ini bergabung dengan kloter 20-BPN, bersama dengan Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Utara,” kata Muchlis, di Asrama Haji Transit Palu, Rabu, 21 Juni 2023.

Muchlis mengatakan, sebenarnya para jemaah kuota tambahan ini, kloter 20-BPN masuk dalam pernerbangan gelombang kedua, artinya pesawat mereka mendarat ke Jeddah, namun karena slot penerbangan di Jeddah sangat padat, maka mereka diterbangkan ke Madinah.

“Jadi mereka tidak mengambil arbain karena tidak turun di Jeddah, tetapi oleh pemerintah Arab Saudi diwajibkan mereka bermalam dulu di Madinah, pertimbanganya mungkin karena dari BPN ke Madinah waktunya itu 12 jam, maka dari itu mereka diistirahatkan dulu di Madinah, kemudian esok harinya dibawah ke Mekkah,” jelasnya.

Selain itu, kata Muchlis, berdasarkan data yang dihimpun dari semua kloter, yang batal atau tunda berangkat hingga tahun 2024 itu sebanyak 11 orang, dengan rincian kloter 10 -BPN ada dua orang, kloter 12-BPN, tiga orang, kloter 14-BPN tiga orang, dan kloter 15-BPN 3 orang.

Adapun jumlah jemaah kuota tambahan terdiri dari, delapan dari Banggai, Bangkep tiga orang, Balut tiga orang, Donggala 10 orang, Morowali lima orang, Poso tujuh orang, Sigi tujuh orang, Tolitoli 13 orang, Kota Palu 44 orang, petugas satu orang.

“Semoga jemaah kuota tambahan ini semua dalam keadaan sehat, sehingga pelaksanaan ibadahnya berjalan lancar hingga ke Arab Saudi dan pulang kembali menjadi haji mabrur,” katanya. (*)