Palu, Rotari.id- Anggota DPRD Kota Palu, Ulfa, A.Ma., Pust., menggelar reses atau penjaringan aspirasi masyarakat di Kelurahan Kayumalue Pajeko, Kecamatan Palu Utara, Selasa, 29 Oktober 2024.

Ulfa di dampingi Lurah Kayumalue Pajeko, Ketua LPM, dan perwakilan Dinas Pertanian Kota Palu.

Sejumlah permintaan disampaikan masyarakat setempat, diantaranya pembangunan jalan, penambahan lampu PJU (Penerangan Jalan Umum), pengadaan mesin pengering bawang merah, hingga pembangunan talut abrasi.

Menanggapi hal itu, Ulfa berharap dana aspirasi yang dimilikinya bisa bermanfaat untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya mau warga Kayumalue Pajeko, pemuda pemuda di sini punya usaha sendiri. Ibu-ibu Kayumalue Pajeko bisa buka kran penghasilan sendiri. Misalnya, mau buka laundry, silahkan masukkan proposal. Misalnya mau buka pembuatan kue atau usaha catering. Ibu ibu di sini enak semua dia punya masakan. Buat satu kelompok untuk catering,” kata Ulfa.

“Jadi ada catering Kelurahan Kayumalue Pajeko, dan saya siap mendukung usaha ibu ibu. Jadi ibu ibu punya pendapatan sampingan. Kita tidak kekurangan orang pintar masak di sini,” sambungnya.

Ulfa juga meminta pemuda Kayumalue Pajeko yang gemar otomotif untuk membuka usaha perbengkelan.

“Pemuda di sini yang suka ba gas-gas motor, kalau suka otomotif, bisa difasilitasi untuk buka usaha perbengkelan. Kita salurkan bakatnya di situ. Kita bantu, bikin kelompok, masukan proposal ke kami, kemudian buka bengkel,” kata Ulfa.

Politisi perempuan PKS Kota Palu ini meminta masyarakat Kayumalue Pajeko untuk memanfaatkan dirinya menguatkan ekonomi setempat.

“Saya ada insyaallah untuk lima tahun ke depan, rugi kalau saya tidak dimanfaatkan, saya yang ada di sini. Hari ini kita datang, untuk memberikan ruang kepada pemuda, ibu ibu, dan bapak bapak di sini. Misalnya bapak bapak di sini ingin pelihara kambing, silahkan ajukan proposal ke saya, insyaallah kami bantu,” ungkapnya.

Kata dia, pengadaan infrastruktur jalan dan lainnya memang penting, namun yang lebih penting adalah bagaimana penghasilan ekonomi masyarakat Kayumalue Pajeko bisa meningkat.

“Pembangunan jalan penting, kalau itu hasil musrenbang, kita akan usahakan. Cuma harapan saya juga, tambahan kran penghasilan masyarakat di sini jauh lebih penting. Supaya untuk persoalan rica dan tomat tidak susah lagi,” jelasnya.

“Mulai sekarang, silahkan diskusi sama tetangga, ingin buka usaha apa. Kalau terkendala dengan proposal, kami siap bantu. Saya siap perjuangkan. Tidak ada gunanya saya duduk di DPRD Kota Palu, kalau tidak bisa memperjuangkan aspirasi bapak, ibu, dan pemuda pemudi di sini,” sambungnya.

Namun, kata Ulfa, anggaran pokok pokok pikiran (pokir) atau dana aspirasi anggota DPRD Kota Palu ke masyarakat tidak bisa langsung terealisasi.

“Jadi umpamanya, masyarakat memasukkan usulannya hari ini, bukan besok atau minggu depannya terealisasi, ini perlu disadari masyarakat, tetap pakai ilmu sabar. Jadi kalau diusulkan tahun 2025, bukan cairnya tahun 2025, tapi cairnya di 2026. Ini perlu saya sampaikan, supaya tidak miskomunikasi, kesalahpahaman, buruk sangka antara kita. Karena yang dipakai ini uang pemerintah, dimana ada aturannya,” kata Ulfa.

Ulfa menambahkan bahwa dirinya hadir di tengah masyarakat sebagai pembantu yang siap memberikan kesejahteraan. “Saya hadir di sini sebagai pembantunya warga sekalian. Segera bentuk kelompok usaha. Kalau sulit bikin proposal, silahkan datang ke rumah untuk diberikan pendampingan,” tutupnya. (cp)