Sigi,Rotari.id – Proyek River Inprovement Cediment Control (RICC) Sistem Sabo Dam Gumbasa, Rogo, Pondo Dan Pulu dibawah pengawasan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III) yang dikerjakan oleh PT Waskita Jaya Purnama (WJP) melalui Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Medal Jaya Purnama, mencatatkan progres signifikan. Hingga awal Juli 2025, progres fisik proyek ini telah mencapai 93,5%.
Proyek strategis ini dibiayai melalui skema pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan total anggaran mencapai Rp164,093 miliar. Dalam pelaksanaannya, proyek ini sempat menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya adalah kondisi cuaca ekstrem yang menghambat pekerjaan lapangan.
Project Manager PT Medal Jaya Purnama, Dadan Setiana, mengatakan bahwa meskipun ada hambatan, tim proyek tetap berkomitmen menjaga kualitas dan kelangsungan pekerjaan.

”Kami sempat mengalami kendala cuaca yang cukup signifikan yakni cuaca ektrem. Bulan lalu saja salah satu titik pekerjaan kami di hantam banjir akibat curah hujan tinggi. Namun dengan penyesuaian strategi lapangan dan percepatan di sejumlah titik, progres proyek tetap menunjukkan tren positif,” ungkap Dadan, Senin.(7/7/2025).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa masa pelaksanaan proyek yang semula ditargetkan selesai pada Mei 2025 telah diperpanjang hingga akhir Juli 2025, guna memastikan seluruh aspek teknis dapat diselesaikan secara menyeluruh.

Proyek RICC Sistem Sabo Dam ini merupakan bagian dari upaya pengendalian sedimen dan pengurangan risiko bencana banjir serta material ikutan saat hujan, khususnya di kawasan rawan bencana seperti di Sungai Gumbasa Pakuli, Pondo,sungai Rogo dan Pulu Dolo Selatan. Keberadaan sabo dam ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas mitigasi bencana serta memperkuat infrastruktur perlindungan sungai.
Dadan Setiana, mengungkapkan bahwa proyek terus mengalami kemajuan signifikan dari waktu ke waktu.
“Pekerjaan paket proyek saat ini terus menunjukkan perkembangan fisik yang positif. Jika melihat kondisi lapangan hari ini, progres keseluruhan sangat menggembirakan dan berjalan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan,” ujarnya saat di temui di lokasi proyek.
Dadan menambahkan, pengawasan ketat dari konsultan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pekerjaan di lapangan.
”Kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas utama kami. Semua pekerjaan terus diawasi secara menyeluruh oleh konsultan, sehingga kualitas tetap terjaga dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Dengan progres yang hampir rampung dan mutu pekerjaan yang sesuai spesifikasi teknis, proyek ini diharapkan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Pantauan media di lokasi proyek siang tadi menunjukkan aktivitas konstruksi yang masih berlangsung. Sejumlah pekerja tampak merampungkan berbagai bagian pekerjaan dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, mencerminkan komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja di lapangan. (JoTelo)



Tinggalkan Balasan