Sigi,Rotari.id – Proyek konstruksi Rehabilitation Water Treatment Plant (WTP) Oloboju and Sidera Reservoir atau instalasi pengolahan air (IPA) di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta efisiensi pengolahan air di sejumlah wilayah tersebut mengalami kendala serius. Pada saat proses running, Rabu (12/06/2023), sambungan pipa utama proyek tersebut mengalami kebocoran yang signifikan. Kebocoran ini menimbulkan kekhawatiran dan menunda kelanjutan proyek yang telah lama dinantikan oleh masyarakat setempat.
Dari video yang beredar terlihat kebocoran pipa tersebut terjadi pada Rabu sore sekira jam 15.35 wita, saat tim teknis sedang melakukan uji coba sebelum sistem baru dioperasikan penuh. Menurut laporan, kebocoran ini disebabkan oleh kegagalan sambungan pipa yang tidak dapat menahan tekanan air saat sistem mulai beroperasi. Akibatnya, air dalam jumlah besar merembes dan tumpah ke area sekitar dan mengakibatkan genangan air yang cukup luas.
Dikonfirmasi Awak Media Via Chatting WhatsApp Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu Dedi Yudha Lesmana, ST MT Rabu (19/06/2023) mengakui adanya kebocoran di pipa exesting pada proyek bernilai Rp. 43.058.671.484,00 milyar tersebut.
“Iya ini memang masih uji aliran di jalur pipa yang lama, mau kita perbaiki kebocoran,”ungkapnya.

Kebocoran yang terjadi pada Proyek yang diawasi langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan dikerjakan oleh PT Memiontec Indonesia ini menurut Kepala BWS Sulawesi III disebabkan pada sambungan pipa Pipa Packing yang diduga tidak kuat saat dipasang. Ini yang kemudian menyebabkan Gasket yang tergeser atau tergulung.
“ Ini bukan bocor tapi penyambungan yang mungkin belum kuat khsususnya dipacking sambungannya, ini segera kita perbaiki dan masih kewajiban Kontraktor pelaksana..makasih info dan koreksinya,”ujarnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai III Sulbar ,Ricky yang bertanggung jawab atas proyek tersebut enggan memberikan komentar saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.
Ketika diminta keterangan terkait insiden kebocoran pipa yang menyebabkan genangan air di area sekitar proyek, PPK tidak memberikan tanggapan apapun. Beberapa pesan yang dikirimkan untuk meminta klarifikasi terkait langkah-langkah perbaikan dan dampak insiden tersebut terhadap jadwal proyek, tidak mendapat balasan.

Sikap PPK yang enggan berkomentar ini menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan di kalangan masyarakat dan pengamat industri konstruksi. Mereka mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek vital yang mempengaruhi penyediaan air bersih bagi warga kabupaten Sigi dan Kota Palu itu.
“Kami sangat berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana langkah-langkah perbaikan yang akan diambil,” ujar Steven, seorang aktivis lingkungan yang memantau proyek-proyek infrastruktur di wilayah Sulawesi Tengah.
“Ketertutupan seperti ini hanya akan menimbulkan spekulasi dan ketidakpercayaan dari masyarakat,”imbuhnya.
Kebocoran yang terjadi pada Rabu pekan lalu tersebut telah menambah daftar tantangan yang dihadapi proyek ini, termasuk masalah proyek pemasangan paving block diikuti dengan pembangunan gapura,taman dan penerangan serta jalan dan pagar yang terkesan asal asalan.
Steven berharap pihak terkait segera memberikan informasi terbaru tentang perkembangan perbaikan dan langkah-langkah yang diambil untuk menyelesaikan masalah ini. (JoTelo)



Tinggalkan Balasan