Poso, Rotari.id – Proyek rehabilitasi jembatan gantung kayu yang menghubungkan Kelurahan Ranononcu dan Bonelanto, Kelurahan Lembomawo, Kecamatan Poso Kota Selatan, Kabupaten Poso, yang selesai pada Desember tahun 2025 lalu, kini menjadi sorotan warga. Pasalnya, rehabilitasi jembatan yang merupakan satu satunya akses penghubung  aktivitas di dua Kelurahan tersebut  diduga tidak dikerjakan sesuai standar kualitas yang diharapkan/asal asalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pengancing jembatan sudah terangkat, bahkan ada yang terlepas dari paku. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga terhadap keselamatan pengguna jembatan. Beberapa bagian konstruksi juga terlihat kurang rapi, sementara kualitas kayu yang digunakan dianggap tidak maksimal.

“Seingat saya baru selesai dikerjakan ujung Desember kemarin, tapi coba bapak lihat ini, sudah banyak yang rusak. Itu papannya cuma beberapa yang diganti, dan kualitasnya juga bukan kayu kuat, cuma depe hati kayu. Kalau seperti ini, kami khawatir jembatan tidak akan bertahan lama,” ujar Roni, warga Bonelanto,Rabu,(8/1/2025).

Warga menyebutkan, penggantian lantai jembatan hanya dilakukan pada beberapa bagian tertentu, sementara kayu lama yang sudah lapuk tetap digunakan. Selain itu, oprit jembatan yang seharusnya dicor justru belum dikerjakan sama sekali, padahal keberadaan oprit yang kokoh penting untuk menunjang keamanan jembatan secara keseluruhan.

Roni menceritakan, jembatan ini sempat mengalami kemiringan akibat derasnya arus sungai pada 2024. Warga kemudian secara swadaya memperbaiki beberapa bagian lantai kayu demi keselamatan pengguna. Namun, saat proyek rehabilitasi dijalankan, hanya sebagian kecil kayu yang diganti, dan kualitasnya juga terkesan  buruk.

“Tahun 2024 lalu warga Bonelanto dan Ranononcu gotong royong memperbaiki jembatan ini karena ada kayu besar nyangkut. Lah ini proyek dengan anggaran puluhan juta, masa cuma mengganti beberapa lembar kayu, itupun bahannya jelek,” keluh Roni.

Tak hanya Roni, Ronald, warga Lembomawo, juga meminta agar proyek ini dievaluasi menyeluruh. Menurutnya, proyek yang menggunakan uang rakyat harus benar-benar aman.

“Kami yang sering lewat jembatan ini kalau mau ke Ranononcu dan Tagolu karena dekat. Saya dan warga sini berharap ada evaluasi dari pihak terkait . Jangan hanya kontraktor yang senang karena proyek selesai, sementara kami yang nantinya susah kalau jembatan ini baru beberapa bulan sudah rusak lagi. Tolonglah jangan cuma habis kerja lari, ” ujar Ronald.

Berdasarkan informasi yang tertera di papan proyek yang terpasang di dekat oprit jembatan, proyek rehabilitasi Jembatan Gantung Ranononcu–Bonelanto ini  melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabuapten Poso  dan dikerjakan oleh CV Rivandi dengan anggaran Rp74.667.000,00 yang bersumber dari APBD Kabupaten Poso melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Jembatan ini merupakan jalur vital bagi warga Ranononcu dan Lembomawo, yang jika rusak, warga harus memutar sekitar 3 kilometer untuk melewati Jembatan 2 di Kelurahan Kawua.

Sejarah jembatan ini cukup panjang, dikenal sejak puluhan tahun lalu dengan tiang penyangga dari kayu hitam (Ebony). Warga berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil rehabilitasi agar jembatan aman dan layak digunakan. (JoTelo)