Palu,Rotari.id – Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu Dedi Yudha Lesmana S.T., M.T memberikan tanggapan terkait pemberitaan mengenai tunggakan pembayaran PT. Pembangunan Perumahan – PT PP (Tbk) kepada belasan vendor lokal yang beberapa waktu lalu mengerjakan Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sistem Irigasi Gumbasa Paket 3. Dalam pesan yang dikirim melalui WhatsApp, beliau menegaskan bahwa pihaknya sangat memperhatikan masalah ini dan menyarankan untuk berkoordinasi langsung dengan pihak PT PP guna mencari solusi.
“Langsung ke PT PP aja, karena kita sudah bayar semua ke PT PP, jadi kami tidak bertanggung jawab terhadap sub kon yang jadi tanggungan PT PP,” tulis Dedi Yudha Lesmana Jum’at,(27/09/2024).
Kepala BWS Sulawesi III Palu ini juga menegaskan kepada para vendor lokal untuk bersabar terkait sisa tunggakan yang dimaksud dan belum dilunasi pihak PT PP. Dalam penjelasannya, mengungkapkan bahwa proses pembayaran masih dalam tahap penyelesaian di Japan International Cooperation Agency (JICA) di Jepang, serta memerlukan revisi tertentu sebelum pembayaran dapat dicairkan.
“ Iya tinggal retensi 5%, masih proses di JICA Jepang dan Proses Revisi. Sudah diajukan ke Jakarta,”jelasnya lagi melalui pesan WhatsApp.
Mantan Ketua Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) Kalimantan Selatan ini juga menggarisbawahi pentingnya transparansi dalam proses ini.
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa semua pihak terinformasi dengan baik. Kami memahami bahwa situasi ini bisa menjadi tantangan, namun kami percaya bahwa langkah-langkah yang diambil akan menguntungkan semua pihak di masa depan. Jadi kita berharap ada angin segar di awal oktober,” tambahnya.
Terpisah,sejumlah Vendor lokal yang terlibat dalam proyek ini menyatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan pernyataan dari Kepala BWS III dan menghargai transparansi yang disampaikan, namun tetap mengharapkan tindakan konkret dalam waktu dekat.
“Kami memahami situasi yang ada, tetapi kami juga berharap agar hak hak kami segera dipenuhi. Pernyataan yang di sampaikan pak Kabalai ini memberi sedikit harapan buat kami, tetapi kami juga perlu melihat langkah nyata,bukan janji janji yang terus di dengarkan ke kami. Jadinya kayak surga telinga saja,” harap Eman, Minggu,(29/09/2024). (JoTelo)



Tinggalkan Balasan