Palu,Rotari.id – Dengan ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai Ibukota Negara (IKN Nusantara), kebutuhan akan daging sapi segar diperkirakan akan mencapai 60 hingga 70 ton setiap tahunnya.Untuk itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah meyakini bahwa keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) akan menguntungkan ke depannya.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Makmun Amir mengatakan, hadirnya IKN diprediksi permintaan daging akan semakin meningkat. Untuk itu Pemprov Sulteng perlu memperbanyak rumah potong hewan (RPH) dan rumah potong unggas (RPU) bersertifikat halal.
“Kan IKN sudah,dan kita Sulteng adalah sebagai daerah penyangga.Untuk mendukung itu pemprov Sulteng menyiapkan beberapa sektor potensial diantaranya peternakan salah satunya dengan menyiapkan daging sapi segar guna memenuhi kebutuhan masyarakat di IKN.Nah demi memenuhi kebutuhan akan daging sapi segar,kami mendorong pembangunan rumah potong hewan (RPH) pada tahun 2024 ini yang bersertifikat nomor kontrol veteriner (NKV) dan halal semakin banyak,”kata Wagub Makmun Amir di sela kunjungan di Kantor Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Perbibitan ternak Sidera, di Kabupaten Sigi,Kamis 4/1/2024.
“RPH kita siapkan maksudnya agar kita tidak lagi mengantarpulaukan ternak seperti dulu,akan tetapi kita kirimnya dalam bentuk daging sapi segar. Upaya ini bertujuan agar populasi ternak kita dapat terus terjaga, selain itu para pelaku usaha mikro dan kecil atau pelaku usaha lainnya juga semakin mudah dalam mendapatkan bahan dasar daging atau hasil jasa sembelihan lainnya yang sudah bersertifikat halal,” jelasnya.
Terpisah Kepala UPTD Perbibitan ternak Sidera, Nur Hasan A. Modjo mengapresiasi upaya yang dilakukan pemprov Sulteng untuk memperbanyak pembangunan rumah potong hewan (RPH) dan rumah potong unggas (RPU) bersertifikat halal di wilayah itu.
“Kami selama ini terus memberikan edukasi untuk mendorong Pemprov Sulteng menambah RPH halal,alhamdulilah hari ini pak wagub memerintahkan untuk segera melakukan pembangunan RPH. .Untuk memenuhi kebutuhan akan daging sapi segar ke IKN, kami di UPTD Sidera juga terus berupaya melakukan perubahan yakni melakukan pemberdayaan kelompok ternak dalam peningkatan kualitas semen beku termasuk bagaimana mendorong produktifitas bibit ternak jenis Sapi Donggala melalui Inseminasi Buatan (IB),”ungkap Hasan.
Hasan juga menegaskan tentang pentingnya penguatan juru sembelih halal atau Juleha dan rumah potong hewan (RPH) halal untuk mendukung percepatan industri halal yang ada di Sulawesi Tengah. Sebab keberadaan juleha maupun RPH halal merupakan bagian dari ikhtiar memberikan perlindungan halal bagi konsumen.
“Intinya keberadaan para juleha dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat termasuk di dalamnya ada perlindungan konsumen, bagaimana masyarakat khususnya muslim mendapatkan perlindungan kehalalan dari produk yang dikonsumsinya,”pungkasnya.(JoTelo)



Tinggalkan Balasan