Sigi,Rotari.id – Proyek pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Dusun 2 Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kembali menuai sorotan tajam dari pemerhati konstruksi. Meskipun baru setahun dikerjakan oleh PT Adhikarya, bangunan tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang signifikan, ini terlihat pada pondasi dan sarana penunjang lainnya.
Seperti diberitakan sebelumnya,Warga di HUNTAP Dusun 2 Desa Bangga melaporkan adanya kerusakan yang terjadi pada bangunan Huntap yang mereka huni saat ini. Pondasi yang seharusnya menjadi bagian terpenting dari struktur bangunan justru terlihat retak dan tidak kokoh. Selain itu, sarana penunjang seperti saluran air dan fasilitas umum lainnya juga mengalami kerusakan, yang membuat banyak warga merasa tidak nyaman dan khawatir akan keselamatan mereka.
Warga setempat mengungkapkan rasa kecewa mereka terhadap kontraktor pelaksana yakni PT Adhi Karya yang sebelumnya di percayakan untuk membangun hunian tetap tersebut,tetapi yang terjadi kondisi Huntap yang seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman justru tidak demikian adanya
. “Kami sudah mengalami bencana, dan sekarang kami harus menghadapi kenyataan bahwa tempat tinggal kami tidak layak,” keluh Mirna salah satu warga. Mereka merasa seolah-olah ditimpa masalah baru setelah bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.

Kondisi itu memantik reaksi dari pemerhati konstruksi di Sulteng, Saliman, menyatakan bahwa kondisi ini mencerminkan adanya masalah serius dalam manajemen proyek dan pengawasan.
“ Ndak bisa kayak ginilah,Proyek ini seharusnya mengikuti standar konstruksi yang ketat, tetapi kenyataannya menunjukkan sebaliknya. Kerusakan dalam waktu tidak sampai setahun itu singkat seperti ini sangat mencurigakan dan perlu diselidiki lebih lanjut. Ini pakai standar apa kerjanya?,” tanyanya,Senin,(23/3/2025)..
Saliman menambahkan bahwa kerusakan yang terjadi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penggunaan material yang tidak berkualitas, teknik konstruksi yang salah, atau kurangnya pengawasan dari pihak berwenang.
“Kami selaku pemerhati konstruksi Sulteng meminta serta mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek Huntap di dusun 2 Bangga ini dan kalau perlu ambil tindakan yang diperlukan,” tegasnya.
Disinggung apakah perlu dilakukan audit independen untuk memastikan kualitas dan keamanan bangunan,dirinya menyebutkan sangat perlu agar semuanya transparan.
“Audit ini penting untuk mengetahui apakah proyek ini dikerjakan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,apalagi proyek ini dananya adalah budgeting Loan World Bank,jangan main main. Jika terbukti ada pelanggaran, maka pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Adhikarya terkait upaya perbaikan di proyek pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Dusun 2 Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi. (JoTelo)



Tinggalkan Balasan