Rotari.id- Dikutip dari Kompas.com, Manggarai Barat adalah kabupaten yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Manggarai Barat merupakan daerah yang memiliki potensi wisata kelas dunia.

Wilayah ini memiliki Kawasan Marina di Labuan Bajo, yang merupakan pendukung wisata di Manggarai Barat. Labuan Bajo sebagai salah satu kota di Kabupaten Manggarai Barat merupakan destinasi wisata super prioritas di Indonesia.

Selain itu juga, Manggarai Barat telah dilengakapi dengan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo yang perluasannya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Kamis (21/7/2022).

Kabupaten Manggarai Barat merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Manggarai yang berdasarkan pada Undang-undang Nomor 8 Tahun 2003. Ide pemekaran telah tercetus sejak 1950-an. Ide pemekaran berasal dari tokoh masyarakat setempat, yang aspirasi pemekaran daerah mulai diperjuangkan secara poitik pada tahun 1963. Pada tahun 1982, Manggarai Barat diberikan status wilayah kerja pembantu bupati Mangarai Bagian Barat melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 821.26-1355 Tanggal 11 November 1982.

Proses pembentukan Kebapaten Manggarai Barat melalui pengkajian yang matang, potensi wilayah, dan pelayanan pendekatan pada masyarakat. Akhirnya melalui, Sidang Paripurna DPR RI pada 27 Januari 2003 dan memperhatikan keinginan masyarakat, maka Kabupaten Manggarai Barat resmi terbentuk yang disahkan melalui Undang-undang Nomor 8 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Manggarai Barat.

Letak Geografis Manggarai Barat Kabupaten Manggarai Barat terletak di wilayah bagian barat Provinsi Nusa Tenggara Timur langsung berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dipisahkan oleh Selat Sape. Letak geografis di 08 14′-09 00’Lintang Selatan (LS) dan 119 21′-120 20′ Bujur Timur. Luas wilayah Manggarai Barat mencapai 2.947,50 km persegi. Wilayah Manggarai Barat terdiri dari daratan Flores dan pulau-pulau besar, seperti Pulau Komodo, Pulau Bidadari, Pulau Seraya Kecil, Pulau Seraya Besar, Pulau Rinca, Pulau Longos, serta beberapa pulau kecil lainnya.

Batas wilayah Manggarai Barat, yaitu:
Sebelah utara berbatasan dengan Laut Flores.
Sebelah selatan berbatasan dengan Laut Sawu.
Sebelah barat berbatasan dengan Selat Sape.
Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Manggarai.

Dari sisi daerah administrasi, Kabupaten Manggarai Barat terdiri dari 12 kecamatan, yaitu Kecamatan Komodo, Boleng, Sano Nggoang, Mbeliling, Lembor, Welak, Lembor Selatan, kuwus, Ndoso, Macang Pacar, Kuwus Barat, dan Pacar. Kondisi cuaca di Manggarai Barat cenderung kering selama delapan bulan dan empat bulan (Januari sampai Maret dengan Desember) dan kondisi relatif basah.

Untuk aspek demografinya, jumlah penduduk Kabupaten Manggarai Barat pada 2020 berdasarkan data agregat kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebanyak 264.437 jiwa. Jumlah penduduk laki-laki sebanyak 133.330 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 131.107 jiwa.

Pada aspek budaya, Manggarai Barat Manggarai Barat memiliki beragam budaya yang menarik sehingga menjadi destinasi wisata. Ada beragam tarian di wilayah ini, di antaranya tari ndundu ndake (tari menyambut tamu), tari rangkuk alu (tari untuk permainan tradisional), serta tari caci (uji keberanian dan ketangkasan bertarung). Rumaha adat pacar pu’u adalah rumah adat orang Manggarai. Atap rumah berbentuk kerucut dengan dindingan yang memiliki banyak jendela. Kampung Maleo merupakan salah satu desa tradisioanl yang ditetapkan menjadi desa wisata. Kampung ini meiliki kekayan seni dan budaya serta alam yang indah. Suku Manggarai merupakan salah satu suku asli di Indonesia, yang di antaranya tinggal di Kabupaten Manggarai Barat.

Dari segi potensi, Manggarai Barat Kabupaten Manggarai Barat memiliki potensi wisata. Labuan Bajo yang merupakan salah satu kota yan terdapat di Kecamatan Komodo. Wilayah ini telah ditetapkan sebagai destinasi wisata super prioritas di Indonesia. Salah satu daya tariknya adalah melihat komodo yang terdapat di Pulau Rinca dan Pulau Komodo. Daya tarik wisata di Labuan Bajo adalah bukit sylvia, pulau padar, pink beach, taka makassar, pulau kanawa, gili lawa, serta manta point. Di sini, wisatawan dapat menikmati pantai indah dan perbukitan. Banyak paket wisata menggunakan perahu untuk mengantarkan wisatawan ke tempat-tempat wisata itu. Potensi wisata juga didukung dengan keberadaan kawasan Marina sebagai ruang terbuka dan ruang ativitas kreatif untuk masyarakat serta wisatawan. (Kompas.com)