Mamuju Tengah, Rotari.id- Bagi kamu yang menyenangi wisata religi maupun hobby menelisik fenonmena sejarah, Masjid peninggalan K.H Muhammad Thahir (Imam Lapeo) di Desa Tumbu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat akan menjadi tujuan yang menarik.

Diketahui, KH Muhammad Thahir atau yang lebih dikenal dengan Imam Lapeo adalah sosok ulama termasyhur di tanah Mandar. Imam Lapeo lahir di Pambusuang pada 1839. sang imam pun dikenal giat menyebarkan syiar Islam di Sulawesi Barat pada masa penjajahan Belanda dan pendudukan Jepang hingga wafat pada 1952.

Salah satu wilayah yang menjadi pusat dakwahnya yaitu Kabupaten Mamuju Tengah. Hingga kini masjid yang dibangunnya masih kokoh berdiri. Menurut warga setempat, masjid ini dibangun ketika Imam Lapeo menyebarkan Islam di Mamuju, yang tepatnya saat ini adalah Kabupaten Mamuju Tengah.

Pak Rasyid, warga setempat yang sekaligus pendiri Taman Baca Tammalanre di Desa Tumbu mengungkapkan, bahwa masjid peninggalan Imam Lapeo tersebut masih sangat sederhana dan dibangun dengan bahan baku telur.

Dalam buku Jejak Wali Nusantara, kisah kewalian Imam Lapeo di masyarakat Mandar yang ditulis Zahriah mengatakan, Masjid Tumbu atau Masjid Imam Lapeo punya keunikan tersendiri. Meski letaknya di tepi pantai dengan tingkat elevansi yang rendah, masjid ini tidak pernah dimasuki air laut. Air hanya bergerak naik, pasang di sekitaran masjid.

Sekarang, masjid ini tidak lagi digunakan untuk salat. Kemungkinan karena ukurannya yang kecil dan di sekitarannya juga sudah terdapat masjid yang ukurannya lebih besar.

Masjid ini juga sudah beberapa kali direnovasi sebagai upaya pelestarian cagar budaya Kabupaten Mamuju Tengah. Rencananya masjid ini akan dijadikan sebagai salah satu objek wisata religi dengan museum naskah yang terapat di dalamnya bagi masyarakat. (ram)