Palu, Rotari.id- SMA Al-Azhar Mandiri Palu, mendapatkan kunjungan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Hatta Kainang SH, beserta baberapa perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, Jumat, 10 Februari 2023.
Kunjungan itu disambut baik oleh Direktur Yayasan Al Azhar Mandiri Palu, Abdul Basit, serta Kepala SMA Al-Azhar Mandiri Palu, Arafat, dan beberapa guru di sekolah tersebut.
Kepala SMA Al-Azhar Mandiri Palu, Arafat mengatakan, salah satu acuan rombongan dari Sulbar datang, karena SMA Al-Azhar Mandiri Palu masuk 1.000 sekolah terbaik. Dari ribuan sekolah tersebut, SMA Al-Azhar masuk di urutan 186 yang mana naik peringkat dari sebelumnya.
“Tentunya hal ini menjadi kebahagiaan kita bersama di keluarga besar SMA Al-Azhar Mandiri Palu, dimana konsistennya dari apa yang ingin kita laksanakan selama ini, sehingga kita bisa menghasilkan prestasi yang luar biasa. Alhamdulillah di Sulteng kita masuk di ranking 1,” ujarnya.
Prestasi itu, kata Arafat, merupakan penilaian dari Lembaga Masuk Perguruan Tinggi (LMPT), dan semua sekolah di Sulteng mendapatkan kesempatan dalam penilaian itu. Namun SMA Al-Azhar memiliki komitmen dan kemauan tinggi sehingga prestasi itu bisa diraihnya dengan baik.
Dalam kunjungan itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulbar itu diperkenankan mengunjungi Perpustakaan SMA Al-Azhar serta museum mini milik sekolah tersebut.
Muhammad Hatta mengaku, begitu terkesan mengunjungi SMA Al-Azhar Mandiri Palu, sebab banyak prestasi yang memukau didapatkannya.
“Saya sangat takjub dengan sekolah ini, karena fasilitasnya sederhana atau sekolahnya tidak terlalu besar, tetapi manajemennya luar biasa,” ungkapnya.
Hatta berharap, sekolah-sekolah di Sulbar datang berkunjung ke SMA Al-Azhar Mandiri Palu untuk belajar banyak di sekolah ini, karena literasinya cukup bagus.
“Literasi di sekolah ini sangat luar biasa, ketika literasi itu tidak memadai dan tidak cukup bagi siswa, kita jangan berharap ada peningkatan kualitas SDM. Maka saya sangat takjub ketika melihat Perpustakaan SMA Al-Azhar, begitupun museum mininya begitu baik, yang tidak ada di beberapa sekolah lain. Hal ini harus menjadi contoh bagi sekolah lainnya khusus di Sulbar,” katanya. (cpy*)



Tinggalkan Balasan