Palu, Rotari.id- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu menggelar Rapat Komite dengan mengundang seluruh orangtua siswa baru.

Dalam rapat tersebut dihasilkan kesepakatan bersama antara orangtua siswa dan Komite MAN 2 Palu di Auditorium KH. Cholil Bisri MAN 2 Kota Palu, Sabtu, 8 Juli 2023.

Rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua Komite MAN 2 Kota Palu, Sahrir, bersama Haeruddin sebagai Sekretaris Komite, juga dihadiri oleh Kepala MAN 2 Palu, Syamsu Nursi.

Syamsu Nursi mengatakan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di madrasah yang dipimpinya telah selesai, maka tentunya akan segera memasuki masa pembelajaran reguler.

“Olehnya itu demi memaksimalkan pelayanan proses pembelajaran khususnya terkait dengan sarana prasana (sapras) madrasah, pengurus Komite MAN 2 Kota Palu menginisiasi pelaksanaan rapat komite bersama para orang tua atau wali peserta didik baru,” kata Syamsu.

Menurut Syamsu, komite madrasah merupakan lembaga mandiri yang terdiri dari orang tua atau wali, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 16 Tahun 2020.

“PMA tersebut mengatur peran penting komite madrasah utamanya dalam peningkatan pelayanan pendidikan, menjalankan setiap fungsinya secara gotong royong, demokratis, mandiri, profesional, dan akuntabel,” jelasnya.

Syamsu juga memaparkan tentang peningkatan kualitas pelaksanaan KBM serta berbagai capaian prestasi baik akademik maupun non-akademik para peserta didik MAN 2 Kota Palu dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Selain itu, Syamsu menyampaikan tentang kondisi sarana dan prasarana madrasah yang masih membutuhkan penanganan bersama Komite dan orang tua/wali peserta didik. Kebutuhan sarana prasarana antara lain mobiler ruang kelas, utamanya meja dan kursi siswa serta pembuatan lapangan olahraga.

“Saya juga kembali menyampaikan tentang upaya keras yang telah kami tempuh untuk memperoleh bantuan dari pihak terkait, namun belum membuahkan hasil yang menggembirakan hingga kini,” katanya.

Syamsu bersyukur, rapat itu dihadiri oleh 400 orang tua/wali peserta didik, berlangsung penuh dengan rasa kekeluargaan melalui diskusi dan musyawarah.

“Bahkan kami berupaya untuk mengakomodir setiap opini dan saran yang diajukan oleh peserta rapat,” katanya.

Kata Syamsu, rapat komite ini mencapai kesepakatan bersama bahwa orang tua/wali siswa setuju untuk memberi sumbangan mobiler dan kebutuhan dasar kesiswaan sebesar Rp 840.000, yang hanya akan dibayarkan pada tahun pertama selama siswa menjalani studinya di madrasah. Dengan menempatkan proses belajar mengajar sebagai prioritas utama, rapat kemudian juga menyepakati pemberian bantuan Sumbangan Operasional Madrasah sebesar Rp 125.000 secara rutin di setiap bulannya melalui Komite Madrasah.

Sementara Ketua Komite MAN 2 Kota Palu, Sahrir mengatakan, kesepakatan tersebut dicapai secara bersama dan aklamasi, namun tetap mempertimbangkan serta menyesuaikan dengan tingkat kesanggupan ekonomi dari masing-masing orang tua/wali.

“Selain itu, rapat juga memutuskan akan memberikan beberapa keringanan pembiayaan, utamanya bagi peserta didik yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu PKH atau bagi orang tua yang memiliki lebih dari satu anak yang sedang bersekolah di MAN 2 Kota Palu,” ujarnya.

Kata Sharir, seluruh kesepakatan bersama yang dicapai sebagai hasil rapat komite tersebut disusun dan dimuat dalam berita acara rapat komite yang ditandatangani oleh Pengurus Komite.

Berita acara tersebut, kata Sharir, juga turut melampirkan peryataan resmi orang tua/wali peserta didik secara tertulis, tentang kesediaan untuk berperan serta dalam memberikan bantuan kepada madrasah sesuai yang disepakati demi tercapainya peningkatan kualitas pendidikan di MAN 2 Kota Palu. (*)