Palu,Rotari.id – Keterampilan teknis para inseminator dan peternak menjadi faktor kunci dalam keberhasilan proses Inseminasi Buatan (IB) di peternakan di Sulawesi Tengah. Keberhasilan IB tidak hanya ditentukan oleh teknik penyuntikan sperma hewan yang tepat, tetapi juga oleh pemahaman mendalam tentang siklus reproduksi ternak dan kondisi kesehatan hewan betina.

Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Perbibitan ternak Sidera, Nur Hasan A. Modjo, menjelaskan bahwa keterampilan inseminator dalam mengenali tanda-tanda estrus (birahi) pada hewan betina sangat penting.

“Proses inseminasi yang dilakukan pada saat yang tepat selama periode estrus dapat meningkatkan peluang keberhasilan IB secara signifikan,” katanya,Selasa,(2/6/2024) .

Selain itu, kualitas sperma yang digunakan juga memegang peranan penting dalam keberhasilan IB.

“Sperma yang sehat dan berkualitas baik sangat diperlukan untuk memaksimalkan tingkat keberhasilan inseminasi,” tambah Hasan.

Di sisi lain, pengetahuan dan keterampilan teknis peternak dalam memantau kesehatan umum hewan betina, serta memastikan kondisi nutrisi yang optimal, juga berkontribusi besar terhadap keberhasilan IB.

“Kondisi fisik dan kesehatan hewan betina sebelum dan sesudah proses IB harus selalu diperhatikan dengan seksama untuk meminimalkan risiko kegagalan,” ungkapnya.

Dengan demikian, meningkatnya keterampilan teknis inseminator dan pemahaman mendalam peternak tidak hanya berdampak positif pada tingkat keberhasilan IB, tetapi juga dapat membantu meningkatkan produktivitas peternakan secara keseluruhan. Harapan untuk masa depan adalah adanya peningkatan sinergi antara praktisi peternakan, akademisi, dan pemerintah dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas peternakan di Sulteng. (JoTelo)