Bola, Rotari.id – Sejatinya MU-lah yang mengincar Gakpo sejak musim panas lalu, namun tak kunjung terealisasi karena tak ada kata setuju soal harga dengan PSV Eindhoven. Lantas, MU dikabarkan akan merekrutnya saat memasuki bursa transfer Januari.
Namun, Setan Merah tak memberikan tawaran apapun kepada PSV dan akhirnya Liverpool-lah yang menjadi tempat pelabuhan Gakpo di Liga Inggris dengan biaya transfer 37 juta paun.
Namun sayangnya, saat ini performa dari Gakpo tak kunjung seperti yang diharapkan. Dia terlihat sulit untuk beradaptasi dengan permainan The Reds, bahkan belum memberikan satu golpun dalam tujuh pertandingan awal.
Hal ini juga berbanding lurus dengan penampilan Liverpool yang jeblok dengan posisinya yang berada di posisi ke-10 klasemen sementara Premier League dan jarak mencapai 10 poin ke posisi empat besar.
Tak ayal, pembelian gagal pun disematkan pada Gakpo karena tak dapat membantu meningkatkan performa dari Liverpool. Mantan pelatihnya di PSV, Ruud van Nistelrooy juga menyesali keputusan dari Gakpo yang memilih bergabung dengan Liverpool secara terburu-buru.
Jika saja dirinya bisa sedikit lebih bersabar, pada musim depan ia bisa hijrah ke MU dan diyakini bisa tampil lebih baik disana. Sebab saat ini, Liverpool dinilai tertinggal jauh dari Setan Merah.
“Liverpool itu 10 kali lebih kecil dari Manchester United, bahkan pada setiap aspek,” ujar Van Nistelrooy dikutip dari Guardian.
“Saya sendiri bermain untuk MU dan Real Madrid dan merasa beruntung bisa bermain disana.”
“Gakpo bisa membuat banyak gol untuk United karena ada gelandang-gelandang hebat disana. Ada Casemiro, Eriksen dan juga Fernandes,” tutup Nistelrooy.



Tinggalkan Balasan