Mamasa, Rotari.id- Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat telah menerima alokasi kuota untuk penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023. Kuota PPPK ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu untuk sektor kesehatan dan guru. Informasi ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Mamasa, H Muh Syukur, saat ditemui oleh wartawan di ruang kerjanya di Jalan Poros Mamasa-Polman, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Selasa, 15 Agustus 2023.
Syukur mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah Mamasa telah menerima alokasi kuota untuk penerimaan tenaga guru dan kesehatan dari Jakarta beberapa waktu yang lalu. “Pada pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu, kami telah mendapatkan kuota PPPK untuk sektor guru dan kesehatan,” kata Syukur. Namun, Syukur juga menyayangkan bahwa hingga saat ini, kuota untuk tenaga teknis lainnya belum diterima.
Syukur menjelaskan bahwa pihaknya telah menghubungi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI untuk mengklarifikasi mengenai kuota tenaga teknis yang belum diterima. Namun pengusulan kuota tersebut masih dalam tahap proses menuju Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Dia juga memberikan informasi mengenai kuota PPPK guru yang telah ditentukan untuk Mamasa. Jumlah ini mencapai 104 orang yang telah memenuhi nilai passing grade pada saat tes.
Untuk penerimaan PPPK sektor kesehatan, Pemerintah Daerah Mamasa berencana untuk segera melakukan proses perekrutan. Meskipun jumlah kuota penerimaan PPPK kesehatan belum dijelaskan secara rinci oleh Syukur, ia memastikan bahwa proses perekrutan akan melibatkan ratusan orang lebih, dan akan menjalani proses penjaringan.
Syukur juga mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk mempercepat proses penjaringan PPPK sektor kesehatan karena formasi tersebut telah diatur untuk tahun 2023. Namun, proses pengesahan resmi akan dilakukan pada 2024. Secara keseluruhan, Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa sedang berupaya untuk mengisi kuota PPPK sektor guru dan kesehatan yang telah mereka terima, sementara proses pengusulan untuk kuota tenaga teknis masih berlangsung. (fhm)



Tinggalkan Balasan