Oleh: Paul Adryani Moento
Dosen Program Studi Ilmu Politik Universitas Musamus
Rotari.id – Dalam kehidupan demokrasi, setiap suara memiliki makna, setiap pilihan punya dampak. Tapi pertanyaannya: apakah generasi muda kita benar-benar memahami itu? Apakah pelajar, yang sebentar lagi menjadi pemilih pemula, sudah cukup dibekali dengan pengetahuan tentang bagaimana negara dijalankan, bagaimana keputusan politik diambil, dan bagaimana suara mereka bisa menentukan arah masa depan? Inilah pentingnya mengenalkan ilmu politik kepada pelajar sejak dini. Bukan untuk menjadikan mereka politisi, tapi agar mereka tumbuh menjadi warga negara yang sadar, kritis, dan aktif berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa.
Mengapa Pelajar Perlu Belajar Ilmu Politik?
Scott menyatakan bahwa politik tidak selalu hadir dalam bentuk formal seperti partai atau parlemen, tetapi juga dalam praktik sehari-hari—misalnya dalam relasi kekuasaan di rumah, sekolah, atau komunitas. Ini memperkuat pernyataan bahwa politik bukan hanya urusan elite atau pemilu, tetapi melekat dalam kehidupan pelajar sehari-hari, sehingga penting dipahami oleh anak muda. Banyak orang masih menganggap ilmu politik sebagai hal yang “terlalu berat” untuk anak muda. Padahal, politik bukan semata urusan partai atau pemilu. Politik menyentuh kehidupan sehari-hari: dari harga sembako, kualitas pendidikan, hingga akses terhadap internet dan layanan kesehatan. Pelajar perlu tahu bahwa keputusan-keputusan publik yang memengaruhi hidup mereka berasal dari proses politik. Dengan memahami itu, mereka akan lebih peduli, lebih kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan—terutama di era media sosial saat ini.
Membangun Kesadaran Demokrasi Sejak Sekolah
Demokrasi tidak bisa tumbuh sehat tanpa warga negara yang aktif dan cerdas. Hal ini menguatkan alasan mengapa ilmu politik perlu diperkenalkan sejak dini, agar proses sosialisasi politik berjalan positif dan tidak sekadar terbentuk oleh informasi keliru di media sosial. Sekolah adalah tempat terbaik untuk memulai proses ini. Ketika pelajar diajak berdiskusi tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, sistem pemerintahan, nilai-nilai Pancasila, hingga pentingnya pemilu yang jujur dan adil—mereka tidak hanya menjadi tahu, tapi juga merasa punya tanggung jawab. Inisiatif pengenalan ilmu politik di sekolah bukan semata pelengkap kurikulum, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas demokrasi Indonesia. Karena demokrasi yang kuat bukan hanya soal sistem, tetapi tentang rakyatnya—terutama generasi mudanya.
Dari Pelajar Menjadi Pemilih Cerdas
Indonesia akan terus melahirkan jutaan pemilih pemula setiap tahunnya. Jika mereka melek politik, mereka akan memilih dengan sadar. Mereka tidak mudah termakan janji kosong atau politik uang. Mereka akan menilai calon pemimpin berdasarkan gagasan dan rekam jejak, bukan semata popularitas.Inilah alasan mengapa pengenalan ilmu politik bagi pelajar sangat strategis. Ini bukan sekadar pelajaran tambahan, tapi bagian dari proses mempersiapkan masa depan bangsa.
Penutup
Ilmu politik bukan milik orang dewasa saja. Ia adalah bagian dari literasi kewarganegaraan yang penting untuk semua usia, termasuk pelajar. Mengajarkan ilmu politik sejak sekolah bukan soal menjejalkan teori-teori rumit, tapi membuka mata generasi muda bahwa mereka punya peran penting dalam demokrasi. Karena masa depan demokrasi Indonesia bukan hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih hari ini, tapi oleh seberapa sadar dan aktif generasi mudanya membangun negeri ini di masa depan.**
Tulisan ini adalah hasil pengabdian masyarakat di tingkat sekolah dengan kegiatan : “Sosialisasi Pentingnya Ilmu Politik Bagi Siswa Sma Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Demokrasi Dan Partisipasi Dalam Pemerintahan.



Tinggalkan Balasan