Palu, Rotari.id- Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (DKIPS) Provinsi Sulteng mengadakan Workshop Pengelolaan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di Palu, Kamis, 15 Juni 2023.

Workshop ini merupakan tindak lanjut dari Launching CSIRT yang telah dilaksanakan dengan harapan para pengelola dapat memiliki kompetensi tingkat pelaksana dan manajerial di bidang keamanan informasi serta penguatan organisasi.

Narasumber workshop yaitu Muhammad Salahuddien Manggalany, seorang Praktisi IT Security. Dia menyampaikan sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini bisa disebut sebagai generasi Digital Imigran yang hidupnya tidak terlalu bergantung kepada IT.

“Tapi beda dengan generasi yang sudah Digital Native. Jadi kalau sudah Digital Native, dia menggunakan IT itu karakteristiknya ada dua yang pertama intensif dan yang kedua ekstensif,” ucap Salahuddien.

Ia menyebut bahwa berdasarkan dari pengamatan dan monitoring yang dilakukan setiap hari oleh BSSN, sektor pemerintah menjadi yang pertama paling sering terkena pencurian data di Indonesia

Kata Salahuddien, yang menjadi masalah dalam hal pencurian data adalah kebanyakan pegawai pemerintah merasa bahwa datanya tidak terlalu penting atau tidak tahu seberapa penting data yang dicuri sehingga kegiatan yang melindungi data kurang dilakukan.

“Nih bapa ibu mesti ingat ya, tahun depan itu sudah berlaku UU Perlindungan Data pribadi, salah satu poin penting dalam undang-undang itu adalah para pengelola data yaitu bapak ibu itu akan dimintai pertanggungjawaban sampai pidana,” tandas Salahuddien.

Turut hadir mengkuti kegiatan perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara serta para Pengelola Data di Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. (*)