Palu, Rotari.id- Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu, Dr Hidayat, M.Si., dan H Andi Nur B. Lamakarate (HANDAL) menggelar Silaturahmi Keluarga bersama warga Tomini, Tinombo, Moutong (TTM), Sabtu malam, 21 September 2024. Acara yang digelar di kediaman Andi Nur Lamakarate dihadiri kurang lebih 300 warga TTM yang tinggal di Kota Palu.

Pada kesempatan ini, Andi Nur Lamakarate tegas menyikapi  isu soal program HANDAL  yakni penghapusan retribusi sampah dan pajak UMKM 10 persen dianggap membodohi masyarakat.

“Itu juga kandidat HANDAL, dia mau hapus hapus pajak itu, uang dari mana dia mau ambil untuk menutupi itu. Sumber Daya Alam Kota Palu ini kaya. Itu bukan pilihan. Sebenarnya mengisi Pendapatan Asli Daerah itu bukan semata mata dari pajak. Dikatakan HANDAL na tunju pande (bhs Kaili-sok pintar), kami dikatakan jangan membohongi masyarakat,” tegas sosok yang akrab disapa Anca ini dalam sambutannya. “Program kami untuk menghapus retribusi sampah dan pajak UMKM 10 persen itu bukan membohongi masyarakat, ini ada kajiannya,” sambungnya.

Misalnya, kata Anca, bagaimana memaksimalkan pendapatan dari tambang batu Watusampu Buluri. “Kalau dari sebelah, dia minta perusahaan tambang batu Watusampu Buluri itu untuk bangun conveyor, sedangkan untuk membeli crusher itu, perusahaan tambang di sana utang, di suruh bikin conveyor lagi, ini tidak masuk akal,” ungkap Anca.

“Kemarin mereka ingin bikin tambang batu itu satu pintu yakni melalui Perusda, tapi Perusda tidak ada uang. Akhirnya perusahaan tambang bilang ini Perusda mirip penumpang liar. Mau untung Rp10.000, tidak ada uang,” tegasnya.

Namun, kata Anca, HANDAL punya strategi untuk memaksimalkan pendapatan dari tambang batu di Watusampu Buluri. “Sekarang perusahaan tambang batu di Watusampu Buluri itu sangat susah cari tongkang. Kenapa tidak Perusda yang cari tongkang, supaya investasi mereka untuk jual batu itu mudah. Kita bisa ambil jasa dari situ untuk mengisi kas daerah,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Anca, untuk menutupi penghapusan pajak dan retribusi sampah itu adalah memaksimalkan pendapatan dari tambang emas Poboya.

“Itu kajian kami terakhir di Laboratorium mandiri yang kami punya, alhamdulillah kemarin, sisa olahan dari tambang Poboya itu masih ada emasnya. Sisa olahan ini yang kami olah sehingga bisa untuk mengisi kas daerah. Kita juga bisa membantu atau menfasilitasi perusahaan yang berada di tambang Poboya supaya mereka bisa berdagang lebih mudah, lebih lancar, supaya mereka dapat untung, kita dapat pajak,” jelasnya.

“Misalnya kalau perusahaan tambang emas di Poboya ingin membeli bahan bahan untuk mencampur emasnya, kita bisa suplai, jangan orang dari luar suplai. Ini juga bisa meningkatkan pendapatan daerah,” jelasnya lagi.

Jadi, tegas Anca, HANDAL tidak membohongi masyarakat dengan programnya menghapus retribusi sampah dan pajak UMKM 10 persen itu. “Makanya jadi pemimpin itu pergaulannya harus luas. Saya 10 tahun di Jakarta, saya belajar melihat daerah orang, begini peluang peluang yang bisa kita tangkap,” jelasnya.

“Contoh listrik. Kita kalau bangun kawasan industri di Kota Palu, tidak perlu kita bangun pembangkit listrik kayak di Morowali, karena kita punya Poso Energy. Poso Energy itu surplus sampai 300 megawatt sekarang. Kapasitas kita punya kabel di Kota Palu 400 megawatt. Jadi kalau kita bangun industri di sini, tidak perlu lagi bangun pembangkit listrik, karena listriknya sudah ada, tidak mencemari lingkungan. Ini peluang peluang yang bisa kita ambil. Kalau ada investasi industri yang masuk ke Kota Palu, maka Pemerintah Kota Palu bisa jual listrik,” kata Ketua Partai Gerindra Kota Palu ini.

Kondisi saat ini, kata Anca, masyarakat harus bawa bukti lunas PBB dan retribusi sampah jika ingin mengambil bantuan PKH di kelurahan.

“Nah, ini tidak masuk akal. Mau ambil beras di kelurahan sudah susah, karena harus menunjukkan bukti lunas retribusi sampah dan PBB. Nah, makanya harus belajar, jangan yang lain lain dikaitkan untuk hak yang lain. Ini bukan menjelek-jelekkan, tapi ini fakta yang harus diperbaiki. Insyaallah ke depan, beban beban masyarakat ini, akan kita hapus. Kalau dihapus, uang dari mana menutupinya, uang dari Watusampu dan Poboya, jadi jelas. Kalau mereka tanya bagaimana caranya, tunggu dulu, yang punya teknologi kami,” tegasnya. (cp)