Palu, Rotari.id- Terkesan menyepelekan, seakan itu yang ditampilkan RSUD Undata Palu dalam manajemen keuangannya. Setelah sebelummnya diprotes terkait insentif covid yang belum terbayarkan selama delapan bulan, ternyata dana jasa medik (remunerasi) pegawainya juga hingga saat ini masih menunggak empat bulan.
“Kalau dana jasa medik (remunerasi-red) sudah sering terlambat pak, ini saja sekarang terlambat sudah empat bulan, Juli, Agustus, September, dan Oktober,” kata sumber yang tak ingin disebutkan namanya kepada Jurnalis Rotari.id, Rabu, 8 November 2023.
Kata dia, pihaknya mendapatkan info dari pihak RSUD Undata bahwa dana jasa medik itu akan dibayar pekan ini.
“Rencananya pekan ini akan dibayar dua bulan, Juli dan Agustus. Kalau mereka bayar satu bulan saja, kami keberatan, tidak mau,” tegasnya.
Ditanya apakah keterlambatan dana jasa medik ini sering terjadi? “Sering sekali pak terlambat,” kata sumber.
Sementara itu, sumber juga berharap dana insentif covid bisa segera dibayarkan oleh pihak RSUD Undata.
“Ini insentif covid dananya sudah ada, sebenarnya tinggal menunggu pengajuannya dana dari RSUD Undata, kami juga bingung kenapa tidak mau diajukan,” ungkapnya.
“Ini sudah bulan November, kami takutnya penginputan data untuk pembayaran insentif Covid itu sudah ditutup. Kalau ditutup, dana insentif covid tersebut kan hangus, tidak bisa dibayarkan ke kita,” ungkapnya.
Dia mengatakan pihaknya tidak ada keinginan apapun, apalagi untuk menjatuhkan nama RSUD Undata.
“Ini semua kami lakukan tak lain hanya menuntut hak kami. Kewajiban telah kami laksanakan, memberikan pelayanan maksimal saat Covid,” ungkapnya.
Dirinya pun memohon perhatian Gubernur Sulteng atas masalah ini. “Tolong kami di Undata Pak Gubernur,” tutupnya. (cpy)



Tinggalkan Balasan