Palu, Rotari.id- Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Palu, mendorong prestasi siswa-siswinya melalui program unggulan yang terdiri dari pembelajaran digital dan program Tahfidz Al Qur’an.
Kegiatan tahfidz atau menghafal Al-Qur’an merupakan suatu proses untuk memelihara, menjaga, dan melestarikan kemurnian Al-Qur’an.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Nasruddin L. Midu mengatakan, menghafal Al-Qur’an mempunyai pengaruh yang baik dalam pengembangan keterampilan dasar siswa, sehingga dapat meningkatkan prestasi akademik.
“Terima kasih kepada guru pembina tahfidz dan tenaga pengajar yang tidak pernah lelah membimbing, membina, serta mendidik siswa-siswi di MTsN 1, sehingga mereka dapat menyelesaikan juz ke-30 yang telah menjadi target hafalannya. Melalui dedikasi dan ketelatenan yang diberikan, kalian telah menjadi pilar yang kokoh dalam membimbing para siswa madrasah ini,” kata Nasruddin, di acara Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Perpisahan 264 siswa kelas IX MTsN 1 Kota Palu, pada salah satu hotel di Palu, baru-baru ini.
Nasruddin mengatakan, madrasah bukan hanya sebuah lembaga pendidikan biasa, melainkan tempat belajar tentang kehidupan dan nilai-nilai agama Islam.
“Di sini, kita telah belajar untuk mencintai Al-Qur’an, mengamalkan ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW, dan memperdalam pemahaman kita tentang agama Islam,” ungkapnya.
Kata dia, anak yang terbiasa menghafal Al-Quran, kata Nasruddin, secara tidak langsung akan lebih disiplin mengatur waktu dan belajar dalam menjalani hidup.
“Saya berpesan kepada anak-anakku, agar tetap menjaga nama baik MTsN 1 Palu, janganlah merasa puas dan berbangga diri dengan pendidikan yang diraih saat ini. Terus lanjutkan perjalanan panjang kalian untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 1 kota Palu, Rusdiana mengungkapkan, tim guru MTsN 1 dalam kegiatan tahfidz terus menerus berupaya membimbing dan memotivasi siswa, agar mampu mengejar target hafalan.
Program ini, kata Rusdiana, berhasil dilaksanakan karena mendapat dukungan dan sinergi dari orang tua, siswa, serta peran utama dari tenaga pendidik dan kependidikan.
“Selamat kepada anak-anakku yang berhasil diwisuda. Saya sangat bangga atas kegiatan tahfidz ini. Semoga ke depannya akan semakin banyak siswa yang berhasil menghafal Al-Qur’an sesuai target madrasah,” ujarnya. (*)
