Parimo, Rotari.id- Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo) melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Parimo, Moh Yasir, SE, MM memaparkan materi Pengembangan Potensi Buah Durian Sebagai Produk Unggulan Kabupaten Parigi Moutong di kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia perwakilan Provinsi Sulawesi Utara secara online bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa, di Ruang Kerja Wakil Bupati Parimo, Jumat, 10 November 2023.
Kepala Subauditorat BPK Sulut II, Nurendro Adi Kusumo saat membuka kegiatan FGD mengungkapkan bahwa FGD yang digelar oleh BPK RI perwakilan Provinsi Sulawesi Utara secara daring online ini dalam rangka pelaksanaan pemeriksaan kinerja atas efektivitas pada pemerintah daerah Kabupaten Minahasa dalam pembangunan kawasan pedesaan, untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa Tahun Anggaran 2021 sampai dengan Semester I 2023, yang diikuti OPD lingkup Kabupaten Minahasa Utara dan instansi terkait lainnya.
BPK Sulut mengundang Pemda Parimo dengan tujuan agar Kabupaten Minahasa mendapatkan informasi, pemahaman, pengetahuan, serta masukan di dalam mengembangan potensi hingga produksi buah durian agar dapat menjadi produk unggulan.
“Sebab Kabupaten Minahasa sendiri terdapat desa unggulan yang mempunyai potensi durian, maka dari itu FGD dilaksanakan pada hari ini,” kata Nurendro.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Parimo, Moh Yasir, SE, MM berkesempatan memaparkan materi pengembangan potensi, pengolahan, hingga pemasaran buah durian yang ada di Kabupaten Parimo.
Moh Yasir mengatakan, Kabupaten Parimo merupakan salah satu daerah kabupaten penghasil durian terbesar di Sulawesi, bahkan di Indonesia.
Kata dia, Kabupaten Parimo juga menjadikan durian sebagai komoditi unggulan.
“Jadi sebaran varietas dan produksinya berdasarkan varietas per kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Parimo, yang hampir seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Parimo itu menghasilkan durian,” ungkapnya.
Moh Yasir menjelaskan, produksi pasar untuk komoditi olahan durian di Kabupaten Parimo tiap tahun mengalami peningkatan sejak 2019. Pada 2023, produksi durian sekitar 320 ribu ton.
“Dengan hasil produksi tersebut diprediksikan akan meningkat terus tiap tahunnya. Karena di Kabupaten Parimo sedang marak–maraknya melakukan pemanaman pohon durian yang disebabkan permintaan yang cukup besar oleh para investor durian yang ada di daerah Parimo,”jelasnya.
Turut hadir dalam acara ini, Kepala Bidang Perencanaan Iklim dan Pengembangan Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Parimo, Jemy Harianto SE M.Si. (*)
SUMBER: PROKOPIM PARIMO
