Poso,Rotari.id – Dalam rangka mendukung kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, proyek preservasi Jalan Tagolu–Tentena terus digenjot. Pekerjaan difokuskan pada penanganan titik-titik jalan rusak yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Saat ini, kegiatan patching atau penambalan pada sejumlah ruas yang mengalami kerusakan terus dilakukan secara bertahap. Langkah ini untuk memastikan kondisi permukaan jalan tetap layak dilalui, khususnya pada periode meningkatnya volume kendaraan selama libur Nataru.
Pantauan media ini, Rabu (17/12/2025) selain pekerjaan perbaikan jalan, pemasangan rambu-rambu sementara juga telah dilakukan di sejumlah lokasi rawan. Rambu tersebut berfungsi sebagai peringatan dini bagi pengendara agar lebih waspada saat melintas di area pekerjaan, sekaligus menjaga arus lalu lintas tetap tertib dan aman. Hal ini mengingat meningkatnya populasi kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.
Pihak pelaksana menegaskan bahwa percepatan pekerjaan dilakukan tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Berbagai strategi percepatan terus diterapkan, termasuk optimalisasi sumber daya, pengaturan tahapan pekerjaan, serta pengawasan ketat di lapangan. Selain itu, koordinasi lintas pihak juga diperkuat guna menjaga kualitas pekerjaan sekaligus meminimalkan gangguan terhadap arus lalu lintas selama masa pelaksanaan.
”Kami pastikan sampai saat ini pekerjaan terus berjalan,apalagi jelang Nataru 2025.Ini supaya masyarakat yang akan merayakan natal dan tahun baru tetap aman dan lancar di perjalanan,” ujar H.E Dasuki, saat di temui Rotari.id, Kamis (18/12/2025).
Pekerjaan pelebaran dan rehabilitasi minor hingga saat ini telah berjalan dan dilaksanakan terhitung sejak 26 November 2025 lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan guna mendukung kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas.Pekerjaan efektif tahun ini, fokus diberikan pada pelebaran jalan Tagolu – Tentena sepanjang 2 KM serta rehabilitasi minor sepanjang 2,2 KM.
Untuk diketahui, Proyek Preservasi Jalan Tagolu–Tentena kontrak di mulai pada 17 Oktober 2025 memiliki nilai sebesar Rp101,3 miliar dengan masa pelaksanaan selama 540 hari kalender hingga April 2027. Proyek ini menjadi salah satu ruas strategis yang mendapat perhatian khusus dalam mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat di Sulawesi Tengah.
Sementara itu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa percepatan progres pekerjaan hingga 12 persen sebelum akhir tahun 2025 menjadi target yang realistis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi ruas Jalan Tagolu–Tentena tetap mantap, aman, dan nyaman dilalui masyarakat, khususnya menjelang peningkatan arus lalu lintas pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
BPJN Sulteng menekankan bahwa proyek ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian target fisik, tetapi juga pada aspek keselamatan pengguna jalan dan keberlanjutan infrastruktur. Dengan dukungan pengawasan yang konsisten dan manajemen proyek yang terukur, diharapkan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana hingga selesai.
Dengan nilai strategis dan skala pengerjaan yang besar, Proyek Preservasi Jalan Tagolu–Tentena diharapkan menjadi salah satu capaian penting pembangunan infrastruktur melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun 2025 di Sulawesi Tengah, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah. (JoTelo)
