Site icon ROTARI

Ahmad Syauqy, Siswa MAN 2 Palu Terpilih Jadi Insiator Muda Moderasi Beragama

FOTO BERSAMA- Ahmad Syauqy (ketiga dari kiri) di dampingi Kepala MAN 2 Palu, Syamsu Nursi, saat foto bersama dengan Kakanwil Kemenag Sulteng, Ulyas Taha, baru-baru ini. (FOTO: IST)

Palu, Rotari.id- Ahmad Syauqy, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu, merasa sangat bangga, sebab namanya menjadi salah satu penerima penghargaan bersama 40 siswa lainya, sebagai Inisiator Muda Moderasi Beragama tahun 2023.

Kebanggaan itu dirasakan ketika menerima penghargaan itu, bersama 40 siswa terbaik, yang diserahkan langsung oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, pada malam penganugerahan di Tangerang, Banten, baru-baru ini.

Para siswa finalis yang meraih penghargaan tersebut, merupakan siswa yang memiliki presentasi pelaksanaan implementasi program terbaik.

Menurut Ahmad Syauqy, pihaknya melakukan implementasi program moderasi beragama dalam bentuk kegiatan yang bertema “Gema Moderasi di Pelosok Negeri” dan “Pentas Moderasi (PenSi)”.

Pada tahap implementasi, dirinya selalu didampingi oleh Moh. Rifaldi, sebagai guru pembina, juga menjalin komunikasi serta koordinasi dengan beberapa pihak diantaranya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Palu, dan para pemerintah desa atau dusun yang menjadi target implementasi.

Salah satunya adalah di dusun Uventumbu, Kec. Mantikulore. Di awal langkah koordinasinya, Ahmad Syauqy, yang didampingi secara langsung oleh Kepala MAN 2 Kota Palu, Muh. Syamsu Nursi, berkesempatan melakukan audiensi dengan Kakanwil Kemenag Sulteng, Ulyas Taha.

Dalam kesempatan tersebut, Syauqy memaparkan program yang diimplementasikannya sekaligus juga memperoleh motivasi, yang diberikan oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Sulteng.

Syamsu Nursi selaku Kepala MAN 2 Palu, dengan antusias mendampingi peserta didiknya tersebut. Syamsu terlibat aktif dalam pendampingan di setiap sesi yang dilalui oleh Syauqi.

“Saya berharap melalui prestasi yang telah diraihnya, Syauqy mampu untuk menjadi agent of change, sebagai profil pemuda yang mampu membawa perubahan dan meningkatkan kualitas, bagi cara pandang serta pemahaman umat tentang moderasi beragama,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version