Palu, Rotari.id- Ketua Kloter BPN-10 Sulawesi Tengah, Hendra Umar mengungkapkan, dari 295 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) BPN-10 terdapat 126 jemaah (42.8 persen) yang tergolong berisiko tinggi (risti).

Dia juga melaporkan bahwa terdapat 14 jemaah yang harus menggunakan kursi roda, dan 3 orang yang menggunakan tongkat.

“Terdapat satu jemaah yang mendapatkan perawatan rujukan ke Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo Kota Balikpapan saat berada di Embarkasi BPN, kemudian kembali saat persiapan keberangkatan menuju bandara dengan ambulans. Selain itu, terdapat dua jemaah yang tunda berangkat dan dua jemaah Tanazul,” kata Hendra belum lama ini.

Hendra mengungkapkan, 295 jemaah haji Kelompok Terbang 10 Balikpapan (Kloter 10-BPN) asal Sulteng terdiri dari 119 jemaah laki-laki dan 176 jemaah perempuan yang sebelumnya diberangkatkan melalui Bandara Sepinggan Balikpapan, Kamis, 8 Juni 2023, pukul 15.55 WITA tiba di Jeddah, Arab Saudi Jumat, 9 Juni 2023, pukul 01.25 Waktu Setempat (WAS).

Kata dia, tiba di Bandara Jeddah, jemaah diberikan waktu untuk berwudhu dan Salat sunat ihram, setelah salat langsung diarahkan naik ke bus menuju Makkah. Sebelumnya, jemaah sudah mandi dan berpakaian ihram dari embarkasi, dan berniat ihram di udara pada wilayah Yalamlam.

Jemaah haji kloter BPN-10 di dampingi oleh Petugas Tenaga Kesehatan Haji (TKH) sebanyak tiga orang, terdiri dari satu orang dokter, dr. Dewi Larasari dan dua orang perawat, Rischa Febriani dan Aryansyah Arpan. Selanjutnya petugas dari Kementerian Agama berjumlah dua orang yaitu Ketua Kloter, Hendra Umar dan Pembimbing Ibadah, Kiflin Pajala.

Jemaah haji yang berangkat kali ini terdiri dari lansia, perempuan, dan laki-laki dari berbagai kelompok umur. (*)