Sejarah, Rotari.id – Soekarno atau Bung Karno, masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai proklamator sakaligus menjadi Presiden pertama Republik Indonesia. Dimasa pemerintahannya banyak pembangunan yang dilakukan, mulai dari gedung, patung dan juga monumen yang megah, terumata yang berada di Ibukota negara, Jakarta.
Pada Tahun 1961, ada dua proyek pembangunan besar yang mulai dilakukan saat itu, Proyek itu adalah pembangunan Masjid Istiqlal dan Monumen Nasional atau Monas. Monas mulai dikerjakan pada 17 Agustus 1961, sedangkan pembangunan Masjid Istiqlal sendiri dimulai pada 24 Agustus 1961.
Namun, berjalannya pembangunan dua proyek itu, Bung Karno lebih cenderung mengutamakan pembangunan Monumen Nasional-Monas. Hal ini bisa dilihat dari lambannya pembangunan Masjid Istiqlal setidaknya pada lima tahun pertamanya. Sedangkan untuk pembangunan Monas sendiri, menurut banyak orang saat itu adalah suatu pemborosan karena dengan biaya yang besar malah dibangun secepat mungkin agar segera selesai.
Hal ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya, mengapa Bung Karno lebih mengutamakan pembangunan Monas dibanding Masjid Istiqlal yang notabene adalah sarana ibadah? Saifuddin Zuhri yang menjabat sebagai Menteri Agama kala itu adalah salah satu yang mempertanyakannya.
Bahkan dalam bukunya yang berjudul “Berangkat Dari Pesantren” menceritakan, ia pernah menanyakan hal tersebut kepada Soekarno secara langsung perihal mengapa dirinya tak segera menyelesaikan pembangunan Masjid Istiqlal?
Soekarno lantas menjawab bahwa saat itu negara tidak memiliki cukup uang untuk membangun keduanya dalam waktu yang bersamaan. Bung Karno berkata bahwa dirinya sudah tua dan jika Allah nanti memanggilnya sementara Monas belum selesai, maka tak ada orang sepeninggalnya yang akan menyelesaikannya. Namun bila Masjid Istiqlal yang belum selesai, mereka pasti akan menyelesaikannya bahkan sepeninggal dirinya.
Itulah Sepenggal kisah tentang Sang Proklamator, Soekarno, yang tertulis dalam buku Menteri Agama kabinet Dwikora, Saifuddin Zuhri, “Berangkat dari Pesantren”. Bung Karno tau, masyarakat Indonesia tidak akan membiarkan proyek rumah ibadah Istiqlal terbengkalai, dengan atau tanpa dirinya, ia tahu betul jika proyek pembangunan Masjid Istiqlal pasti akan selesai apapun yang terjadi.



Tinggalkan Balasan