Parigi Moutong, Rotari.id- Bupati Parigi Moutong (Parimo), H. Erwin Burase bersama Wakil Bupati H. Abdul Sahid, Kapolres Parigi Moutong, AKBP Dr. Hendrawan A.N, S.I.K, MH., Kejaksaan Parigi, Wakil Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto Tongani, S.Sos, Anggota DPRD Parimo, Ni Wayan Leli Pariani, SH., serta OPD terkait melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak banjir di Kabupaten Parigi Moutong, Senin, 22 Juni 2026.

Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk memastikan penanganan dampak bencana gempa bumi dan banjir berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Peninjauan dimulai di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, untuk melihat kondisi jembatan yang mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir. Selanjutnya, rombongan meninjau beberapa titik terdampak lainnya, yaitu Desa Pombolowo, Kecamatan Parigi, meninjau warga yang sempat mengungsi di musala serta menyerahkan bantuan sembako kepada 54 kepala keluarga terdampak, Desa Dolago Padang, meninjau kerusakan jaringan irigasi, Desa Masari, meninjau pipa saluran air yang menghubungkan ke persawahan yang ambruk akibat banjir, Desa Tolai Induk, melihat kondisi jembatan yang hampir ambruk, dan menyerahkan bantuan sembako kepada 11 kepala keluarga serta peninjauan saluran air yang terdampak di Desa Lebagu.

Dalam rapat koordinasi penanganan bencana di Posko Induk BPBD Parigi Moutong, Bupati Parimo menyampaikan bahwa dampak gempa bumi yang terjadi sebelumnya menunjukkan peningkatan data kerusakan rumah warga berdasarkan pendataan terbaru yakni rumah terdampak sebanyak 92 unit, di mana pada data awal hanya sekitar 11 unit rumah yang mengalami kerusakan. Bupati mengatakan, pendataan lanjutan tetap dibuka melalui pemerintah desa apabila ditemukan kerusakan baru.

Sementara itu 402 kepala keluarga (903 jiwa) terdampak banjir, mengungsi 4 kepala keluarga (110 jiwa), dan seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya air

Berdasarkan data PUSDALOPS BPBD Parigi Moutong, dampak banjir tersebar di 12 desa pada beberapa kecamatan, antara lain Parigi, Parigi Barat, Parigi Selatan, Torue, dan Balinggi.

Kerusakan meliputi lahan pertanian dan perkebunan, tanggul jebol, jembatan rusak hingga putus, serta berbagai fasilitas umum dan sosial yang masih dalam proses pendataan dan verifikasi.

Sejumlah langkah prioritas penanganan pascabencana akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, antara lain antisipasi potensi penyakit pascabanjir, terutama di sektor Kesehatan, inventarisasi dan perbaikan infrastruktur terdampak, percepatan pemulihan jalan, jembatan, tanggul, dan fasilitas umum, serta penyediaan jalur alternatif jika akses utama terputus. Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya identifikasi penyebab banjir sebagai dasar mitigasi jangka panjang.

Bupati Parimo mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dalam penanganan bencana, dengan fokus utama pada keselamatan masyarakat dan percepatan pemulihan wilayah terdampak.

“Penanganan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi agar pemulihan di seluruh wilayah dapat segera tercapai,” tegasnya. (cp)

SUMBER: DISKOMINFO PARIMO.