Touna Rotari.id- Usaha pembakaran tempurung milik H Anca yang berada di Desa Cempa, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) meresahkan warga setempat, bahkan sampai ada yang sakit akibat asap pembakaran tersebut.
Salah satu warga berinisial D alias MH (52) yang berada di sekitar pembakaran tempurung tersebut, Senin, 15 Juli 2024 mengatakan, semenjak dibuat pembakaran tempurung di depan rumahnya, sangatlah mengganggu kehidupan dan kenyamanannya, asap pembakaran tempurung masuk ke dalam rumah.
“Akibat asap tempurung ini, saya sering sakit-sakit batuk, pernapasan terganggu karena asap tempurung ini sangat menyengat baunya, akibatnya kesehatan saya terganggu,” kata D alias MH.
Olehnya itu, ia bermohon kepada Kepala Desa (Kades) Cempa, agar aktifitas pembakaran tempurung itu dipindahkan jauh dari pemukiman warga, karena asapnya bisa mengganggu kesehatan warga setempat.
Sementara warga inisial MD (33) di dampingi istrinya mengatakan, usaha tempat pembakaran tempurung milik H Anca ini sangat mengganggu pihaknya. Terlebih, kata MD, terhadap dua anaknya yang masih balita.
“Kasihan pak kami ini, kami tidak berani menyampaikan kepada H Anca, karena dia orang terkaya di daerah ini, sehingga kami tidak berdaya orang susah dan miskin ini,” kata MD.
Menurutnya, jika asapnya masuk ke rumah, ia bersama istrinya terpaksa lari keluar,ke rumah tetangga sambil menggendong anaknya untuk menghindari asap itu, agar jangan tercium anaknya ng masih balita itu.
“Apabila asap tercium bayi dan anak-anak saya ini, pasti batuk dan pilek-pilek, terpaksa kami bawa ke Puskemas terdekat, sementara kehidupan kami hanya mengharapkan hasil menangkap ikan di laut,” terangnya.
Ia juga bermohon kepada Kades Cempa, agar pembakaran tempurung itu segera dipindahkan, karena anak-anaknya sering sakit kibat sap pembakaran tempurung tu.
Hal senada disampaikan warga inisial AE. Dia mengatakan, pembakaran tempurung ini sangat mengganggu kenyamananya di dalam rumah. Apabila H Anca mulai membakar tempurung itu, terpaksa ia bersama istri dan anak-anaknya keluar rumah untuk menghindari asap itu.
“Kasihan kami ini, saya punya anak kecil dan masih bayi, anaknya saya yang satu ini masih SD. Apabila tempurung itu sudah mulai dibakar, saya bersama istri terpaksa keluar rumah untuk menghindari asap itu, karena sangat berbahaya kepada anak saya yang masih balita ini,” ujarnya.
Menurutnya, asap itu sangat mengganggu kesehatan anak-anaknya dan akibat asap itu anaknya sering di bawa ke Puskesmas akibat sakit.Ia bermohon kepada Kades Cempa, agar pembakaran tempurung itu segera di pindahkan, karena sangat mengganggu kesehatan anak-anaknya.
Mendengar informasi itu media ini langsung menemui Kades Cempa, Hermanto Rauf. Dia mengaku sudah mendengar informasi tersebut, dan sudah menyuruh stafnya untuk mengecek lokasi usaha pembakaran tempurung tersebut.
“Memang asap itu sangatlah meresahkan warga di sekitarnya, dan bisa mengakibatkan penambahan stunting. Sementara pemerintah pusat telah menginstruksikan kepada pemerintah daerah agar segera menurunkan stunting,” terangnya.
Jadi kata Hermanto Rauf, keluhan warga di sekitar pembakaran tempurung tersebut semuanya sangat tepat dan ini akan segera ditindaklanjuti.
“Jika 1×24 Jam, H.Anca tidak memindahkankan usaha tempat pembakaran tempurung tersebut, saya akan segera melaporkannya kepada dinas terkait supaya segera ditindaklanjuti,” tegas Kades Cempa, Hermanto.
Hermanto mengungkapkan, izin usaha pembakaran tempurung milik H Anca itu juga belum diketahui mempunyai apakah memiliki izin atau tidak.
“Siap pak, hari ini juga akan saya sampaikan kepada H.Anca agar usaha pembakaran itu segera dipindahkan. Jika tidak mau H.Anca, segera saya laporkan kepada dinas terkait supaya ditindaklanjuti sesuai dengan proses yang berlaku,” tandas Kades.(pm)



Tinggalkan Balasan