Mamuju Tengah, Rotari.id- Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat terus digalakkan. Sejumlah Sekolah Penggerak pun telah berhasil dibentuk oleh kabupaten yang berdiri pada 2012 ini.
“Sekolah penggerak di Kabupaten Mamuju Tengah Sulawesi Barat berada di angkatan ke-3 pada tahun ini. Ada 8 Sekolah Pengerak sampai saat ini, yakni 1 TK, 1 SMA, 2 SD dan 4 SMP,” ungkap Kepala SD Inpres Tangkau, Dewi Soraya, yang juga salah satu Guru Penggerak di Kabupaten Mamuju Tengah.
Sebagai ikon Merdeka Belajar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan di Kabupaten Mamuju Tengah, Dewi Soraya mengungkapkan, jumlah Guru Penggerak di wilayahnya juga telah mengalami peningkatan.
“Guru Penggerak saat ini di Mamuju Tengah telah berada di angkatan ke-5 Tahun 2022 lalu. Di angkatan ke-5 itu telah lulus 25 guru, di antaranya telah diangkat menjadi kepala sekolah karena memenuhi syarat mutlak,” jelasnya.
Dewi mengungkapkan, medio 2022-2023, ada 48 sekolah di Kabupaten Mamuju Tengah telah melakukan Implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri. “Yang umumnya memilih IKM Mandiri Berubah, selebihnya adalah Mandiri Belajar,” kata Dewi.
“Untuk tahun ini hampir semua SD dan SMP menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka dengan model Mandiri Berubah,” sambungnya.
Sementara untuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Dewi mengatakan hampir seluruh SD dan SMP telah mempraktikkannya.
“SDN Inpres Tangkau telah melaksanakan P5 sejak semester 1 dengan mengambil tema Kewirausahaan dan semester 2 dengan tema Kebhinekaan Global. Pada akhir semester 2 dialksanakan Pentas P5 atau Pameran Karya P5,” kata Dewi.
Guru Inspiratif Sulawesi Barat Tahun 2022 ini berharap ke depan dengan adanya modernisasi kurikulum pendidikan ini, para guru di Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Mamuju Tengah dapat mengubah metode mengajarnya menjadi lebih menyenangkan. “Terapkan pembelajaran yang lebih menyenangkan sehingga berdampak pada murid,” jelasnya. (dani)
